Langsung ke konten utama

Unggulan

Kondektur Komedi Putar

Kudapatkan kejangkauan rasa teriak beriak Daun talas yang hanya bisa bersanding seperti air Kukeluarkan kesenjangan sosial antara biak Daun teratai menggambarkan tampak di kolam air Putaran pertama terasa seperti miniatur Terisak tangis kesendirianku yang mendengkur Peluit argo angka taksi yang memulai dari nol Angka tajam dari nama yang usai terlihat tolol Diriku menatap dompet tipisku yang mulai kempis Putar menyulitkan perasaan canggung Mereka sebenarnya mendekati arah palipis Mata kananku mulai terasa meradung Akankah diriku diberhentikan di jalan kota Sedangkan sebenarnya aku hanyalah anak desa Menekankan dirinya dilontarkan seperti nota Seandainya diri ini sadar akan adanya Esa Kupon undian terasa berada dalam dekapan Terurai seperti jalanya komedi putar Dinda tersayang berada pada bangku depan Saudagar pengelap mata hari terpancar Duduk paling belakang hanyalah orang perjual Dari argo gang dulunya hanya satu gunung Berdiri tanjakan pembeli mulai merasa m...

Antara Ballpoint dan Pikiran

Pikiran ... akan terukir dalam otak
Ballpoint tertuang dalam lentera putih
Benda ataukah Agama dengan tulisan
Aku bingung untuk mengingat
Yang bisa hanya do'a dalam suara
Suara ... akan terukir dalam sesakkah?
Yang berbalut dalam kaidah kah?
Sulit pahamkah , apakah ini yang susah?
Jarum ini adalah waktu dan aku tak tau
Rokok merek lamakah itu yang membuahkan
Asam, pahit,manis,taukah inikah lidah?
Pikiran dalam otak, sedangkan ku tanya?
Tanya di manakah letak makanan?
Lidah ini mauku apakan dalam suara
Makan dengan nada agamakah?
Dan air mata itu haruskah tercurahkan?
Tanya yang ada dalam balutan ballpoint
Point dalam bola (ball),apakah itu Basket
Tim itu adalah bersih,jadi orang yang baik
Baik tak ada aturan dalam puisi ini
Ini puisi bukan puisi tapi hati nurani
From(dari):Lidah menyatu atas dan bawah

Komentar

Postingan Populer