Langsung ke konten utama

Unggulan

Kondektur Komedi Putar

Kudapatkan kejangkauan rasa teriak beriak Daun talas yang hanya bisa bersanding seperti air Kukeluarkan kesenjangan sosial antara biak Daun teratai menggambarkan tampak di kolam air Putaran pertama terasa seperti miniatur Terisak tangis kesendirianku yang mendengkur Peluit argo angka taksi yang memulai dari nol Angka tajam dari nama yang usai terlihat tolol Diriku menatap dompet tipisku yang mulai kempis Putar menyulitkan perasaan canggung Mereka sebenarnya mendekati arah palipis Mata kananku mulai terasa meradung Akankah diriku diberhentikan di jalan kota Sedangkan sebenarnya aku hanyalah anak desa Menekankan dirinya dilontarkan seperti nota Seandainya diri ini sadar akan adanya Esa Kupon undian terasa berada dalam dekapan Terurai seperti jalanya komedi putar Dinda tersayang berada pada bangku depan Saudagar pengelap mata hari terpancar Duduk paling belakang hanyalah orang perjual Dari argo gang dulunya hanya satu gunung Berdiri tanjakan pembeli mulai merasa m...

Cornelius Lunaring ( Pohon Beringin)

Dalam mendung bulan yang merah menyala
Terdalam cemara dunia senja antara neraka
Duka dan lara hampa tak terkira
Tertuang lautan cinta hamparan dusta
Antara hitam yang kelam dan panjang
Ukuran kata naungan "TUHAN"
HENRY LARI dari tepian jalanan kota
Menari dengan uang tanpa cahaya
Di kala rembulan senja dan Mars
Malaikat merah penakluk harapan dunia
Cara maupun "Kata" harus mengandung duka
Dari balutan "Kudus" aku anak malang
Yang mencair dalam hati sebuah rokok
Panas, panas aku terpanggang dari balutannya
Dari udara senja buana
Kalimat yang nyata dan dusta
Apakah "Kata dunia" jika berbalik dari Nya
Maling Ku undang dalam balutan "Kain Kafan"
Aku terjulang dalam "Larungan"(Hening) malam
Gelap tanpa naungan suara arwah nenek moyang
Dalam "Janji" untuk dapatkan kehidupan
Sehingga aku ini makhluk TuHEN
To Henry

Komentar

Postingan Populer