Langsung ke konten utama

Unggulan

Kondektur Komedi Putar

Kudapatkan kejangkauan rasa teriak beriak Daun talas yang hanya bisa bersanding seperti air Kukeluarkan kesenjangan sosial antara biak Daun teratai menggambarkan tampak di kolam air Putaran pertama terasa seperti miniatur Terisak tangis kesendirianku yang mendengkur Peluit argo angka taksi yang memulai dari nol Angka tajam dari nama yang usai terlihat tolol Diriku menatap dompet tipisku yang mulai kempis Putar menyulitkan perasaan canggung Mereka sebenarnya mendekati arah palipis Mata kananku mulai terasa meradung Akankah diriku diberhentikan di jalan kota Sedangkan sebenarnya aku hanyalah anak desa Menekankan dirinya dilontarkan seperti nota Seandainya diri ini sadar akan adanya Esa Kupon undian terasa berada dalam dekapan Terurai seperti jalanya komedi putar Dinda tersayang berada pada bangku depan Saudagar pengelap mata hari terpancar Duduk paling belakang hanyalah orang perjual Dari argo gang dulunya hanya satu gunung Berdiri tanjakan pembeli mulai merasa m...

Harapan Negeri Ini

Bangsaku dan Negeri tercintaku
Kini sudah hancur seperti abu
Kedudukan tak penting bagiku
Melainkan kedamaian rakyatku
Harta benda kan kuserahkan secukupnya
Asalkan mereka tidak ada yang sengsara
Hati pejabat tinggi dengarkan rintihan tangisan rakyatmu
Mereka kelaparan tidak punya tempat tinggal
Dulu kamu berjanji akan melestarikan negeri ini
Tapi kini kenapa kau malah erupsi
Kini yang dulu kau bohongi
Seakan hidup tak ada arti
Tapi kenapa kau masih menduduki
Kursi jabatan ini
Lebih baik kamu pergi
Dari pada hidup di bumi ini

Komentar

Postingan Populer