Langsung ke konten utama

Unggulan

Kondektur Komedi Putar

Kudapatkan kejangkauan rasa teriak beriak Daun talas yang hanya bisa bersanding seperti air Kukeluarkan kesenjangan sosial antara biak Daun teratai menggambarkan tampak di kolam air Putaran pertama terasa seperti miniatur Terisak tangis kesendirianku yang mendengkur Peluit argo angka taksi yang memulai dari nol Angka tajam dari nama yang usai terlihat tolol Diriku menatap dompet tipisku yang mulai kempis Putar menyulitkan perasaan canggung Mereka sebenarnya mendekati arah palipis Mata kananku mulai terasa meradung Akankah diriku diberhentikan di jalan kota Sedangkan sebenarnya aku hanyalah anak desa Menekankan dirinya dilontarkan seperti nota Seandainya diri ini sadar akan adanya Esa Kupon undian terasa berada dalam dekapan Terurai seperti jalanya komedi putar Dinda tersayang berada pada bangku depan Saudagar pengelap mata hari terpancar Duduk paling belakang hanyalah orang perjual Dari argo gang dulunya hanya satu gunung Berdiri tanjakan pembeli mulai merasa m...

Pangkalan Pinang

Ronde dalam lautan Tor tor
Jangankan mulutku Tor tor 'Walaupun aku"
Ingin jadi kontraktor 'Aku bingung menjadi"
Manusia yang terhembus dalam bulatan
Kuning dan dalamnya bulatan 'Aku anak Sehat"
Yang Kiri dijalankan Mata hari yang suci
Kuatkan nadi dengan cari menjaga hati
Tertuang dalam otak kanan dan kiri
Apakah diriku luka antara padang dunia
Sesakah ketika melawan ancaman Neraka
Sembilan kata maupun dua belas Jariku akan sirna
Dari ujung Bandara Kota Jakarta (Jaya Karta)
Aku bukan Sampah dari ucapan Kota
Naungan(Impian) dalam cara untuk berzina
Suara alur perih melirih bukanlah di dunia ?
Aku tanya kepadamu TUHAN
hanya Nuklir di Bumi yang terhembus membalik
Menghantar otak yang menjadi "Perih"
Dalam kata aku inginkan "Suka"
Apakah Terbalik dalam Ilmu Katanya
Jika Aku tanya pada diriku membisikan
Sari rohnya wanita mereka tak Kuasa
Kata awal dalam duniaNya
Malam tanpa air belerang (S2)
To Solium

Komentar

Postingan Populer