Langsung ke konten utama

Unggulan

Kondektur Komedi Putar

Kudapatkan kejangkauan rasa teriak beriak Daun talas yang hanya bisa bersanding seperti air Kukeluarkan kesenjangan sosial antara biak Daun teratai menggambarkan tampak di kolam air Putaran pertama terasa seperti miniatur Terisak tangis kesendirianku yang mendengkur Peluit argo angka taksi yang memulai dari nol Angka tajam dari nama yang usai terlihat tolol Diriku menatap dompet tipisku yang mulai kempis Putar menyulitkan perasaan canggung Mereka sebenarnya mendekati arah palipis Mata kananku mulai terasa meradung Akankah diriku diberhentikan di jalan kota Sedangkan sebenarnya aku hanyalah anak desa Menekankan dirinya dilontarkan seperti nota Seandainya diri ini sadar akan adanya Esa Kupon undian terasa berada dalam dekapan Terurai seperti jalanya komedi putar Dinda tersayang berada pada bangku depan Saudagar pengelap mata hari terpancar Duduk paling belakang hanyalah orang perjual Dari argo gang dulunya hanya satu gunung Berdiri tanjakan pembeli mulai merasa m...

Bahana Mercusuar

Sang gagah dan berpetualang
Mengayuh genderang penghalang
Merindu dari luapan waktu
Bersemai mendahului angka satu

Diriku koma karena terdahulu
Jawaban dari waktu penunggu
Menghelai nafas di ruang ICU
Tiada akhir Tuhan pengampu

Sadar waktu gerakan garis
Sesadar mereka bersandar tanpa optimistis
Kesedihan bukanlah hal yang rakus
Setrata aku tingkatan politikus

Jarak warna sebening embun pagi
Dari benggala aku bercanda guna
Siulan burung-burung penanda
Tanda barisan para pesepak bola

Tiada akhir kau juanda lagi
Kuasa dari penjaga serba ada Dana
Terbangnya membawa tanda
Dari akhir suasana yang di kelola

Bunga pujangga pencipta
Kibarnya bendera sangkala
Jujur kalah bukan kita
Tapi dari hasil nada skala

Komentar

Postingan Populer