Langsung ke konten utama

Unggulan

Kondektur Komedi Putar

Kudapatkan kejangkauan rasa teriak beriak Daun talas yang hanya bisa bersanding seperti air Kukeluarkan kesenjangan sosial antara biak Daun teratai menggambarkan tampak di kolam air Putaran pertama terasa seperti miniatur Terisak tangis kesendirianku yang mendengkur Peluit argo angka taksi yang memulai dari nol Angka tajam dari nama yang usai terlihat tolol Diriku menatap dompet tipisku yang mulai kempis Putar menyulitkan perasaan canggung Mereka sebenarnya mendekati arah palipis Mata kananku mulai terasa meradung Akankah diriku diberhentikan di jalan kota Sedangkan sebenarnya aku hanyalah anak desa Menekankan dirinya dilontarkan seperti nota Seandainya diri ini sadar akan adanya Esa Kupon undian terasa berada dalam dekapan Terurai seperti jalanya komedi putar Dinda tersayang berada pada bangku depan Saudagar pengelap mata hari terpancar Duduk paling belakang hanyalah orang perjual Dari argo gang dulunya hanya satu gunung Berdiri tanjakan pembeli mulai merasa m...

Briliant C.Copent

Dari pengampu apa daya dari berangkat
Serdari diriku tiada tara mencinta waktu
Berkelana menyortir apa yang ada dalam predikat
Melayu dalam wahana gemerlap kehidupan satu
Tabir surya yang kadang terbiasnya malam
Melanin yang semakin menipis dari organku
Terjebak dan terjerumuskan hidup dalam perantian
Tanda adzan yang kadang mebahana kalam
Janin yang seharusnya terlatih untuk jantungku
Meruji dan juga mengerigil dampak pertatian
Terkejut aku mendengar kisahmu di jendela berita
Antara batu dan karang yang terlontarkan
Derita apa ya Tuhan tentang keadaan cerita
Sembarı aku tertidur dalam lautan asmara berantakan
Sepoi-sepoi goyangan daun membahana ruangan
Mentari tiada hari tampa solusi sebuah keuangan
Bersandar dari derasnya ombak yang menerpa
Terbalutkah diriku tergoda suasana harpa
Mengendap dari anah aluran yang sesuai jalurnya
Menitih perih apa yang tersandar dara benggala
Merintih perih,pedih,dan sedih tanpa haru berhala
Menyaringkan datarnya alur sebuah simponi pantunnya
Dari sebuah pikiran briliant Colombus Copent
Sebuah karya harta warisan Constantinopel

Komentar

Postingan Populer